MANews, Fakfak – Budaya Korupsi bukanlah budaya Papua, demikian hal yang ditegaskan oleh Hermanto Hobrouw, Kepala Satpol PP Kabupaten Fakfak yang juga calon Kepala Daerah untuk Pilkada Papua Barat 2024. Sebagai mantan guru dan Orang Asli Papua, dirinya sendiri menolak stigma bahwa Pejabat di Papua selalu Indentik dengan Korupsi, karena baginya Korupsi itu bukanlah budaya di Tanah Papua, jikalau saat ini banyak dalam pemberitaan dan sorotan nasional, pejabat di papua terlibat dalam banyak skandal korupsi, itu karena semakin terkikisnya “budaya dan kearifan lokal papua”, karena orang-orang tua papua dulu tidak pernah mengajarkan anak-anaknya mencuri yang bukan haknya.

Pentingnya Pendidikan Budi Pekerti dan Pelestarian Budaya Lokal
Hermanto sendiri menekankan, apabila kelak dirinya maju pada pilkada 2024 Papua Barat dan kemudian terpilih sebagai Kepala Daerah Papua Barat, maka hal terutama yang akan dia lakukan adalah pembenahan dunia pendidikan,pelestarian Budaya Lokal serta perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat sebagaimana yang diatur dalam Deklarasi PBB terkait Hak Masyarakat Adat.
Kebudayaan Lokal Papua saat ini banyak terkikis dengan budaya-budaya baru, hal tersebut tidak dapat di pungkiri karena kemajuan teknologi, namun menurut Hermanto, terkikisnya kebudayaan asli Papua ini bukan hanya karena adanya kemajuan teknologi, namun terdapat “celah” dalam pendidikan yang dibiarkan, padahal terkait Papua, Papua sendiri memiliki Otsus, seharusnya terkait “budaya dan tradasi lokal” dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Papua. Pendidikan Budaya dan Tradisi justru dapat memperkuat Karakter Papua dan menambah nilai Papua sebagai salah-satu keberagaman etnis yang ada di Indonesia, tambah Hermanto.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui UMKM dan Industri Kreatif
Salah satu cara memerangi Korupsi,menurut Hermanto, adalah dengan mendorong kemandirian Ekonomi masyarakat, baik melalui pengembangan UMKM maupun Industri Kreatif yang kini sedang menjadi Trend Baru di Indonesia. Dengan adanya kemandirian Ekonomi maka Masyarakat tidak bergantung pada APBD, dan APBD dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk kepentingan Pendidikan, Kesehatan, Kebudayaan, Pengembangan Teknologi dan Penelitian. “Industri Kreatif di Papua Barat ini banyak yang dapat di kembangkan, apalagi Papua Barat ini kaya akan keindahan alam, jika itu dikembangkan dengan baik, akan menambah pemasukan masyarakat serta pendapatan daerah” – ucap hermanto.
Hermanto sendiri berharap, kelak apabila dirinya mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Papua Barat, beberapa misi besarnya dapat ia laksanakan agar membawa perubahan signifikan bagi Masyarakat di Papua Barat. (sky)















