
Lantaran kecewa dan marah dengan tindakan aparat kemanan, akhirnya massa aksi kembali ke halaman Kantor Dewan Adat Mbaham Matta dan mengibarkan bendera bintang kejora. seorang massa aksi yang sempat di wawancarai dan enggan menyebutkan namanya, mengatakan bahwa Tindakan pengibaran bendera Bintang Kejora merupakan wujud kekecewaan terhadap aparat keamanan yang tidak memberikan mereka kesempatan berorasi di halaman parkir plaza Thumburuni Fakfak. “Kita kasih naik bendera Bintang Kejora karena Aparat Keamanan tidak izinkan kita berkumpul di halaman parkir plaza Thumburuni Fakfak untuk berorasi” Ujar Dia.
Dirinya juga mengatakan bahwa sempat terjadi tawar-menawar dan adu mulut antara massa pendemo dengan aparat keamanan terkait keinginan mereka untuk memasuki halaman parkir plaza Thumburuni dan menyampaikan aspirasi mereka. namun karena kekhawatiran akan adanya anarkisme berlebihan lantaran pembludakan massa pendemo tersebut, Aparat keamanan harus memblokade akses masuk halaman parkir Plaza Thumburuni dan memaksakan massa tetap bertahan di halaman kantor dewan adat. “kita sempat berdebat dengan aparat untuk masuk ke halaman plaza thumburuni namun karena mereka (Aparat Keamanan) takut nanti akan terjadi tindakan anarkis dan pengurasakan makanya mereka blokade jalan masuk pasar thumburuni” ungkap dirinya.
Lebih jauh ditegaskan pula bahwa dalam proses tawar-menawar dan adu mulut antar massa pendemo dengan Mereka (Aparat Keamanan), langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali sehingga memicu reaksi emosional massa terhadap aparat keamanan. “pada saat berdebat dengan mereka (aparat keamanan) langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali” kata dia. Red-Arlex








