HUT ke-26 Papua Barat: Dominggus Mandacan Pimpin Upacara, Tegaskan Semangat Membangun dengan Hati dan Kasih

Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 secara khidmat dan penuh makna di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (13/10/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Gubernur Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. sebagai inspektur upacara, menandai momen reflektif dalam perjalanan panjang provinsi yang lahir pada 12 Oktober 1999.

Karena tanggal 12 Oktober tahun ini bertepatan dengan hari Minggu, peringatan resmi digeser ke hari Senin sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah masyarakat. Meski demikian, semangat peserta tak surut. Ribuan warga, ASN, tokoh adat, pemuka agama, pelajar, dan jajaran Forkopimda hadir memadati lapangan upacara, menyatu dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan.

Sejarah Singkat Papua Barat: Dari Aspirasi Rakyat ke Pengakuan Negara

Provinsi Papua Barat, yang dahulu dikenal sebagai Irian Jaya Barat, lahir dari aspirasi masyarakat yang menginginkan pemerataan pembangunan dan penguatan identitas lokal. Melalui UU No. 45 Tahun 1999, provinsi ini ditetapkan pada 12 Oktober 1999, meski baru diaktifkan secara resmi pada 16 November 2001.

Nama “Irian Jaya Barat” kemudian diubah menjadi Papua Barat melalui UU No. 35 Tahun 2008, mencerminkan semangat baru: bahwa Papua Barat bukan sekadar wilayah administratif, tetapi rumah bersama yang menjunjung tinggi adat, spiritualitas, dan keberagaman. Dengan ibu kota di Manokwari, Papua Barat kini menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan di wilayah barat Pulau Papua.

Mandacan: “Kita Bangun Papua Barat dengan Hati, Bukan Sekadar Anggaran”

Dalam pidatonya, Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa usia 26 tahun bukan hanya angka, melainkan cerminan perjuangan dan harapan bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan membangun Papua Barat dengan semangat kasih dan keadilan.

“Kita tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membangun harapan, martabat, dan masa depan anak-anak kita. Papua Barat harus dibangun dengan hati, bukan sekadar anggaran,” ujar Mandacan.

Upacara juga diisi dengan doa lintas agama, pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka, serta penampilan tarian adat yang menggambarkan kekayaan budaya Papua Barat.

Capaian Kepemimpinan Mandacan: Bukti Nyata di Tengah Pelayanan

Selama dua periode memimpin Papua Barat, Dominggus Mandacan telah menorehkan sejumlah capaian strategis:

  • Afirmasi untuk Orang Asli Papua (OAP): Mendorong rekrutmen TNI bagi OAP dan menyiapkan anggaran pelatihan sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan generasi muda.
  • Kemitraan internasional: Menjalin kerja sama dengan Tiongkok dalam bidang riset dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
  • Tata kelola inklusif: Merangkul tokoh adat, pemuda, perempuan, dan lembaga keagamaan dalam proses perumusan kebijakan.
  • Kepemimpinan etis dan tenang: Menjawab kritik dengan pelayanan, bukan kekuasaan.

Papua Barat: Rumah Bersama dalam Pelukan Kasih

Peringatan HUT ke-26 ini menjadi simbol keberlanjutan visi Mandacan: menjadikan Papua Barat sebagai rumah bersama yang dibangun atas dasar spiritualitas, budaya, dan solidaritas. Dalam suasana yang penuh harapan, masyarakat Papua Barat diajak untuk menjaga nilai-nilai luhur, memperkuat tata kelola yang transparan, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih adil dan bermartabat. (qq)