MataAnginNews, Sorong, Papua Barat Daya — Kepolisian Resor Sorong Kota di bawah kepemimpinan Kombes Pol Amry Siahaan bergerak cepat menindaklanjuti laporan mengejutkan tentang dugaan kekerasan fisik terhadap lima anak yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi berpangkat Ipda berinisial R.
Kasus ini mencuat setelah beredar foto-foto memilukan yang memperlihatkan punggung seorang anak penuh luka memar dan lecet, diduga akibat pukulan benda tumpul menyerupai tongkat polisi. Publik Sorong pun diguncang, dengan suara lantang masyarakat bertanya: “Gimana ini, Pak Kapolres?” — sebuah jeritan yang mencerminkan kegelisahan atas keadilan dan perlindungan anak.
Hingga kini, kelima anak korban belum mendapatkan perawatan medis resmi. Namun, Kapolres Sorong Kota menunjukkan sikap kemanusiaan dengan menggunakan uang pribadinya untuk memberikan santunan pengobatan kepada para korban. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pimpinan kepolisian di Sorong tidak menutup mata terhadap penderitaan anak-anak yang menjadi korban kekerasan.
Kapolres telah memerintahkan Propam untuk melakukan penyelidikan intensif terhadap oknum perwira yang diduga terlibat. Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan, dan setiap anggota yang terbukti bersalah akan dikenakan sanksi disiplin berat hingga proses pidana.
Tidak hanya Kapolres, Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, juga menyampaikan rasa sedih dan prihatin atas tindakan oknum yang mencoreng citra Polri. Dalam pernyataannya, Kapolda menegaskan bahwa ia tidak akan mentolerir tindakan semacam ini. Menurutnya, kasus ini adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai Polri yang seharusnya hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sebagai ancaman bagi anak-anak.
Kapolda menekankan bahwa Polri Presisi adalah wujud nyata yang ingin ia berikan kepada masyarakat Papua Barat Daya — sebuah Polri yang profesional, transparan, dan humanis, yang berdiri tegak membela rakyat, bukan melukai mereka. Ia berjanji bahwa proses hukum terhadap oknum perwira ini akan dilakukan dengan ketegasan penuh, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam publik Sorong. Di tengah upaya Polri membangun citra humanis dan profesional, kasus ini menjadi tamparan keras sekaligus ujian integritas. Namun, langkah cepat Kapolres Sorong Kota dan sikap tegas Kapolda Papua Barat Daya mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan aktivis perlindungan anak.
MataAnginNews akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk hasil pemeriksaan Propam dan tindak lanjut hukum terhadap oknum perwira yang diduga melakukan kekerasan. (sky)














