“Survei Etos: Publik Apresiasi Kepemimpinan Kapolda Papua Barat Daya – Figur Mendengar, Melayani, dan Bekerja sebagai Role Model Jajaran POLDA”

MataAnginNews, Jakarta – Meski baru berusia satu tahun, Polda Papua Barat Daya berhasil meraih apresiasi publik. Kepemimpinan Kapolda Brigjen Gatot Haribowo dinilai mampu menghadirkan keadilan, ketegasan, sekaligus sikap humanis yang mendekatkan Polri dengan masyarakat.

Apresiasi ini terungkap melalui survei nasional yang dilakukan oleh East Time on Schedule (Etos) Indonesia pada 10–17 Maret 2026. Survei dengan melibatkan 1.000 responden tersebut menunjukkan bahwa 57% masyarakat puas terhadap kinerja Polda Papua Barat Daya, sementara 77% responden percaya kepemimpinan Kapolda mampu meningkatkan kualitas kinerja Polri.

Direktur Riset Etos Indonesia, Hesruddin Gaffar, menegaskan bahwa figur Kapolda Brigjen Gatot Haribowo menjadi faktor penting dalam membangun citra positif Polri. “Sebanyak 31% responden menilai kinerja Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) sudah memuaskan, disusul Propam 26% dan Humas 17%. Publik yakin ketegasan Kapolda membuat fungsi pengawasan berjalan baik dan profesional,” ujarnya. Namun, survei juga menyoroti bahwa Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) masih dinilai lemah, dengan hanya 3% responden yang menilai kinerjanya memuaskan. Hal ini menunjukkan adanya pekerjaan rumah besar dalam penanganan kasus kriminal umum di bawah kepemimpinan Direktur Krimum Junov Siregar, yang dianggap belum mampu menjawab ekspektasi publik.

Harapan Publik yang Tinggi

Selain apresiasi, masyarakat Papua Barat Daya juga menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Kapolda. Survei Etos mencatat:

  • 28% responden berharap Kapolda mampu meminimalisir tindak malpraktik dalam proses penyelidikan
  • 21% berharap penghapusan tindak kekerasan dan pemerasan
  • 19% menginginkan punishment tegas terhadap anggota kepolisian yang melakukan tindak kriminalitas
  • 17% berharap pemberantasan suap dan pungli
  • 13% menginginkan peningkatan respon pelayanan pelaporan publik

Suara Masyarakat: Kapolda Sebagai Ayah yang Mengayomi

Yayasan LBH Kasih Indah Papua memberikan kesaksian yang menyentuh tentang sosok Kapolda. “Selama ini, akses ke Kapolda seolah tertutup karena ulah sebagian oknum. Namun setelah berjumpa dengan Kapolda, sosok beliau adalah seorang Ayah yang mengayomi anaknya, mau mendengar,” ungkap perwakilan LBH Kasih Indah Papua.

Kesaksian itu diperkuat dengan peristiwa pada Senin, 16 Maret 2026, ketika Kapolda menerima LBH Kasih Indah Papua dan mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat. Tidak berhenti di situ, Kapolda segera mengagendakan pertemuan dengar pendapat dengan jajaran pada Rabu, 18 Maret 2026, untuk menampung laporan dan aduan masyarakat melalui LBH Kasih Indah Papua. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa Kapolda membuka ruang komunikasi dan menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keadilan.

Statement Kapolda: Jabatan adalah Amanah! Hasil Survei Menjadi Motivasi Polda Papua Barat Untuk Terus Melakukan Perbaikan.

Menanggapi hasil survei Etos, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Gatot Haribowo menyampaikan bahwa kepercayaan publik bukan sekadar angka, melainkan sebuah amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.

“Banyak hal yang diharapkan dari masyarakat Papua Barat Daya berkaitan dengan mencari keadilan. Hal tersebut menjadi sebuah ujian dan merupakan sebuah tantangan wajar yang harus bisa dijawab atau direspon secara profesional dan dengan didasari rasa keadilan bagi masyarakat. Meskipun banyak keterbatasan dan kekurangan dalam berbagai hal, Polda Papua Barat Daya tetap menjadikan tantangan tersebut sebagai sebuah amanah yang mulia untuk bisa diwujudkan,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Ia menambahkan,

“Walaupun tidak secara signifikan, Polda Papua Barat Daya selalu berusaha memperbaiki semua kekurangan dengan bantuan koreksi dan masukan yang positif dari masyarakat. Agar Polda Papua Barat Daya bisa menjadi harapan yang tidak sia-sia bagi masyarakat Papua Barat Daya untuk mencari keadilan.”

Figur Kapolda Harus Menjadi Role Model

Hasil survei dan suara masyarakat memperlihatkan bahwa figur Kapolda diharapkan menjadi role model bagi seluruh jajaran kepolisian di Papua Barat Daya. Sikap tegas dalam penegakan hukum, keberanian membuka ruang dialog, serta komitmen memperbaiki kelemahan institusi adalah nilai-nilai kepemimpinan yang harus diteladani oleh setiap anggota Polri.

Kapolda menekankan bahwa kepercayaan publik harus dijadikan landasan kerja. Dengan menjadikan masyarakat sebagai pusat perhatian, aparat kepolisian di Papua Barat Daya diharapkan mampu menghadirkan keadilan yang berimbang, transparansi dalam penanganan perkara, serta ketegasan dalam menindak pelanggaran internal.

Survei Etos Indonesia membuktikan bahwa meski baru berusia satu tahun, Polda Papua Barat Daya telah berhasil membangun fondasi kepercayaan publik. Sosok Kapolda Brigjen Gatot Haribowo bukan hanya pemimpin yang tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga seorang “Ayah” yang mau mendengar dan mengayomi masyarakat.

Figur yang mendengar, melayani, dan bekerja harus menjadi role model bagi seluruh jajaran Polda Papua Barat Daya. Dengan sikap ini, Kapolda tidak hanya menjawab harapan publik, tetapi juga meneguhkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah mulia yang harus dijaga dengan kerja profesional, presisi, dan penuh integritas.